Ada 4 konsep pokok dari teori pertukaran sosial, yaitu :
pengorbanan adalah elemen dari sebuah hubungan yang memiliki nilai negatif bagi seseorang
penghargaan adalah elemen-elemen dalam sebuah hubungan yang memiliki nilai positif
Nilai akhir adalah suatu penilaian apakah seseorang akan meneruskan hubungannya atau mengakhirinya
Tingkat perbandingan yang menunjukkan ukuran baku yang dipakai sebagai kriteria dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang.
Inti dari
teori pembelajaran sosial dan pertukaran sosial adalah perilaku sosial
seseorang hanya bisa dijelaskan oleh sesuatu yang bisa diamati, bukan
oleh proses mentalistik. Semua teori yang dipengaruhi oleh
perspektif ini menekankan hubungan langsung antara perilaku yang
teramati dengan lingkungan. Para teoritikus Pertukaran Sosial
berpendapat bahwa semua orang menilai hubungan mereka dengan melihat
pengorbanan dan penghargaan. Semua hubungan membutuhkan waktu dari
partisipannya.
Hubungan yang positif adalah hubungan di mana nilainya merupakan angka positif; maksudnya, penghargaan lebih besar daripada pengorbanan. Hubungan di mana nilainya adalah angka negatif (pengorbanan melebihi penghargaan) cenderung negatif untuk para partisipannya. Teori Pertukaran Sosial bahkan melangkah lebih jauh dengan memprediksikan bahwa nilai dari sebuah hubungan memengaruhi hasil akhir atau apakah orang akan meneruskan suatu hubungan atau mengakhirinya. Hubungan yang positif biasanya dapat diharapkan untuk bertahan, sedangkan hubungan yang negatif mungkin akan berakhir.
Hubungan yang positif adalah hubungan di mana nilainya merupakan angka positif; maksudnya, penghargaan lebih besar daripada pengorbanan. Hubungan di mana nilainya adalah angka negatif (pengorbanan melebihi penghargaan) cenderung negatif untuk para partisipannya. Teori Pertukaran Sosial bahkan melangkah lebih jauh dengan memprediksikan bahwa nilai dari sebuah hubungan memengaruhi hasil akhir atau apakah orang akan meneruskan suatu hubungan atau mengakhirinya. Hubungan yang positif biasanya dapat diharapkan untuk bertahan, sedangkan hubungan yang negatif mungkin akan berakhir.
Contoh:
Sebagai contoh, dalam hubungan A dan B, A merasa mendapat hasil 4, sedangkan ia mengharapkan sedikitnya memperoleh hasil 5 (tingkat perbandingan = 5). Tetapi ia memperkirakan kalau interaksi ditukar dengan interaksi dengan C, hasilnya akan 3. Maka A akan tetap mempertahankan interaksi dengan B. Sebaliknya kalau ia melihat bahwa masih ada alternatif lain yang bisa memberikan hasil yang lebih tinggi, misalnya dengan E hasil = 5, dengan F hasil = 6 (tingkat perbandingan pilihan = 5) maka A akan memutuskan hubungan dengan B dan mengganti dengan E atau F. Sehingga dapat disimpulkan ukuran bagi keseimbangan pertukaran antara untung dan rugi dalam hubungan dengan orang lain itu disebut comparison levels atau tingkat perbandingan , yang maksudnya orang akan mendapatkan keuntungan dari hubungannya dengan orang lain, maka orang akan merasa puas dengan hubungan itu sehingga hubungan akan terus dilanjutkan. Sebaliknya, apabila orang merasa dirugikan dengan berhubungan dengan orang lain dalam konteks upaya dan ganjaran, maka orang cenderung menahan diri atau meninggalkan hubungan tersebut.
Sebagai contoh, dalam hubungan A dan B, A merasa mendapat hasil 4, sedangkan ia mengharapkan sedikitnya memperoleh hasil 5 (tingkat perbandingan = 5). Tetapi ia memperkirakan kalau interaksi ditukar dengan interaksi dengan C, hasilnya akan 3. Maka A akan tetap mempertahankan interaksi dengan B. Sebaliknya kalau ia melihat bahwa masih ada alternatif lain yang bisa memberikan hasil yang lebih tinggi, misalnya dengan E hasil = 5, dengan F hasil = 6 (tingkat perbandingan pilihan = 5) maka A akan memutuskan hubungan dengan B dan mengganti dengan E atau F. Sehingga dapat disimpulkan ukuran bagi keseimbangan pertukaran antara untung dan rugi dalam hubungan dengan orang lain itu disebut comparison levels atau tingkat perbandingan , yang maksudnya orang akan mendapatkan keuntungan dari hubungannya dengan orang lain, maka orang akan merasa puas dengan hubungan itu sehingga hubungan akan terus dilanjutkan. Sebaliknya, apabila orang merasa dirugikan dengan berhubungan dengan orang lain dalam konteks upaya dan ganjaran, maka orang cenderung menahan diri atau meninggalkan hubungan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar