Senin, 23 Maret 2015

Teori Keseimbangan

Teori keseimbangan berkenaan dengan cara seseorang menata sikap terhadap orang atau benda dalam hubungannya satu sama lain di dalam struktur kognitifnya sendiri. Kebanyakan penulis biasanya memuji Fritz Heider (1946) dengan pernyataan pertamanya yang merupakan teori konsistensi, meskipun konsep infomal itu bisa di telusuri kembali pada karya sebelumnya (lihat Keisler, Collins dan Miller, 1969). Sebagai seorang psikolog, Heider cukup peduli terhadap cara seseorang menata sikap dengan orang dan benda dalam hubungannya satu sama lain di dalam struktur kognitifnya itu sendiri. Heider (1958) menjelaskan bahwa keadaan yang tidak seimbang menimbulkan ketegangan dan membangkitkan tekanan tekanan untuk memulihkan keseimbangan. Dia mengatakan bahwa "Konsep Keadaan Seimbang Menunjukan Sebuah Situasi Yang di dalamnya Unit-unit Yang Ada Dan Sentimen-sentimen Yang Di Alami "Hidup" berdapingan tanpa tekanan".

Paradigma Heider berfokus pada dua individu, seseorang (P), Objek analisis dan beberapa orang lain (O), dan objek fisik , gagasan, atau peristiwa (X). Fokus Heider ialah bagaimana hubungan diantara ketiga Entitas ini di oraganisasikan dalam benak seseorang (P). Heider memebedakan dua jenis hubungan di antara Ketiga Entitas ini, hubungan kesukaan (L) dan hubungan Unit (U). Dalam paradigma Heider, "Keadaan Seimbang Hadir Apabila Hubungan Ketiganya Positif Dalam Segala Hal Atau Apabila dua Negatif dan satu Positif". Semua Kombinasi lain adalah tidak seimbang.



Dalam konsep Heider, tingkat kesukaan tidak bisa direpresentasikan sebuah hubungan bisa positif maupun negatif. diaartikan bahwa sebuah keadaan seimbang itu stabil dan menolak pengaruh-pengaruh dari luar. Keadaan tidak seimbang di artikan tidak stabil dan menciptakan ketegangan psikkologis dalam diri seseorang. Ketegangan ini "Mereda Hanya Apabila Perubahan didalam situasi tersebut terjadi sedemikian rupa sehingga tercapai keadaan seimbang". Hal ini menentukan secara tepat ketertarikan komunikator pada teori tersebut karena dia menunjukan sebuah model perubahaan sikap dan penolakan terhadap sikap. Keadaan yang tidak seimbang, sebagai keadaan yang tidak stabil, rentan untuk berubah menjadi seimbang. Keadaan seimbang, sebagai keadaan stabil, menolak keadaan.
Contoh:
 Seorang selebriti memiliki fans ,dan para fans mereka memakai atau menggunakan barang-barang yang di pakai oleh selebriti yang mereka idolakan tersebut dengan secara tidak sadar ataupun sadar para fans terpacu oleh gaya selebriti tersebut.
 http://en.wikipedia.org/wiki/Balance_theory

Tidak ada komentar:

Posting Komentar