Minggu, 17 Mei 2015

Aksi Cepat Tanggap (ACT)

halo bolgger udah lama ya gue ga ngepost di blog pasti udah pada kangen ya 😋,  kali ini gue bakal nulis tentang salah satu agen perubahan (agent of change) yang ada di indonesia.
kalian pernah denger atau tau ga sih tentang "Aksi Cepat Tanggap"?
apa sih aksi cepat tanggap itu?
nah di sini gue bakal coba jelasin tentang aksi cepat tanggap yang gue tau.
well aksi cepat yaitu sebuhah organisasi nirlaba profesional yang memfokuskan kerja-kerja kemanusiaan pada penanggulangan bencana mulai fase darurat sampai dengan fase pemulihan paska bencana.
Organisasi ini pertamakali melakukan aksinya sejak tahun 1994 di Liwa, Lampung Barat dalam meresponse bencana gempa bumi. Tonggak kemandirian lembaga sejak resmi menjadi Yayasan Aksi Cepat Tanggap tanggal 21 April 2005.
Tanggal 21 April 2005, Aksi Cepat Tanggap (ACT) secara resmi diluncurkan secara hukum sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Untuk memperluas karya, ACT mengembangkan aktivitasnya, mulai dari kegiatan tanggap darurat, kemudian mengembangkan kegiatannya ke program pemulihan paska bencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta program berbasis spiritual seperti Qurban, Zakat dan Wakaf. ACT didukung oleh donatur publik dari masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalah kemanusiaan dan juga partisipasi perusahaan melalui program kemitraan dan Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai bagian dari akuntabilitas keuangannya ACT secara rutin memberikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik kepada danatur dan pemangku kepentingan lainnya, serta mempublikasikannya melalui media massa.
Sejak tahun 2012 ACT mentransformasi dirinya menjadi sebuah lembaga kemanusiaan global, dengan jangkauan aktivitas yang lebih luas. Pada skala lokal, ACT menyembangkan jejaring ke semua propinsi baik dalam bentuk jaringan relawan dalam wadah MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) maupun dalam bentuk jaringan kantor cabang ACT. Jangkauan aktivitas program sekarang sudah sampai ke 30 propinsi dan 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pada skala global, ACT mengembangan jejaring dalam bentuk representatif person sampai kita menyiapan kantor ACT di luar negeri. Jangkauan aktivitas program global sudah sampai ke 22 Negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Indocina, Timur Tengah, Afrika, Indocina dan Eropa Timur. Wilayah kerja ACT di skala global diawali dengan kesertaan dalam setiap tragedi kemanusiaan di berbagai belahan dunia seperti bencana alam, kelaparan & kekeringan, konflik & peperangan, termasuk penindasan terhadap kelompok minoritas berbagai negara.
ACT selalu hadir dalam bencana, baik fase darurat (emergency) maupun fase pemulihan (recovery) dengan menggulirkan berbagai program. Program-program yang didedikasikan antara lain Program Emergency Rescue, Program Emergency Relief, Program Emergency Medic dan Program Recovery Fisik, Recovery Ekonomi dan Recovery Sosial. Aksi kemanusiaan yang dilakukan berorientasi amal (charity) dengan memberdayakan sumberdaya lokal (local sources).
Aksi Kemanusiaan ACT didukung oleh Jejaring Aksi Kemanusiaan nasional maupun internasional. ACT memposisikan diri secara non diskriminatif, netral objektif dengan mengutamakan transparansi dan akuntabilitas publik.
kalian bisa mendaftar sebagai relawan ataupun penyumbang , hal ini sangat membuat kita sebagai makhluk sosial untuk dapat lebih perduli terhadap orang-orang yang kesulitan yang ada di sekeliling kita.
untuk info lebih lanjut kalian juga dapat membuka web mereka di www.act.id

semoga postingan saya ini bisa membantu dan memberikan manfaat bagi para pembaca.

Senin, 30 Maret 2015

Teori sistem dunia



Teori sistem dunia merupakan sebuah pembagian kerja secara teritorial dalam produksi, pertukaran barang dan bahan mentah Pembagian kerja mengacu pada kekuatan dan hubungan produksi dalam ekonomi dunia secara keseluruhan.Pembagian kerja ini menyebabkan adanya dua daerah yang saling bergantung, yaitu negara inti dan negara pinggiran Secara geografi dan budaya kedua negara tersebut sama sekali berbeda, satu fokus pada padat modal dan satu lagi pada padat karya.[Sementara itu, negara semi periferi bertindak sebagai zona penyangga antara inti dan pinggiran serta memiliki campuran jenis kegiatan yang ada di negara inti dan periferi.



referensi:  (Inggris) Carlos A. Martínez-Vela. "World Systems Theory"

Teori ketergantungan


Teori Ketergantungan atau dikenal teori depedensi (bahasa inggris: Dependency Theory) adalah salah satu teori yang melihat permasaalahan pembangunan dari sudut Negara Dunia Ketiga.Menurut Theotonio Dos Santos, Dependensi (ketergantungan) adalah keadaan dimana kehidupan ekonomi negara–negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara–negara lain, di mana negara–negara tertentu ini hanya berperan sebagai penerima akibat saja. Aspek penting dalam kajian sosiologi adalah adanya pola ketergantungan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya dalam kehidupan berbangsa di dunia.Teori Dependensi lebih menitik beratkan pada persoalan keterbelakangan dan pembangunan negara pinggiran Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa teori dependensi mewakili "suara negara-negara pinggiran" untuk menantang hegemoni ekonomi, politik, budaya dan intelektual dari negara maju.




referensi: Buku Ajar Sosiologi Pembangunan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Syarif Hidyatullah Jakarta, 2007. hal 11,

Senin, 23 Maret 2015

Teori Pertukaran Sosial

Teori Pertukaran Sosial adalah teori dalam ilmu sosial yang menyatakan bahwa dalam hubungan sosial terdapat unsur ganjaran, pengorbanan, dan   keuntungan     yang      saling mempengaruhi. Teori ini menjelaskan bagaimana manusia memandang tentang hubungan kita dengan orang lain. 

Ada 4 konsep pokok dari teori pertukaran sosial, yaitu : 

pengorbanan  adalah elemen dari sebuah hubungan yang memiliki nilai negatif bagi seseorang


penghargaan adalah elemen-elemen dalam sebuah hubungan yang memiliki nilai positif


Nilai akhir adalah suatu penilaian apakah seseorang akan meneruskan hubungannya atau mengakhirinya


Tingkat perbandingan yang menunjukkan ukuran baku yang dipakai sebagai kriteria dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang.



Inti dari teori pembelajaran sosial dan pertukaran sosial adalah perilaku sosial seseorang hanya bisa dijelaskan oleh sesuatu yang bisa diamati, bukan oleh proses mentalistik. Semua teori yang dipengaruhi oleh perspektif ini menekankan hubungan langsung antara perilaku yang teramati dengan lingkungan. Para teoritikus Pertukaran Sosial berpendapat bahwa semua orang menilai hubungan mereka dengan melihat pengorbanan dan penghargaan. Semua hubungan membutuhkan waktu dari partisipannya.
Hubungan yang positif adalah hubungan di mana nilainya merupakan angka positif; maksudnya, penghargaan lebih besar daripada pengorbanan. Hubungan di mana nilainya adalah angka negatif (pengorbanan melebihi penghargaan) cenderung negatif untuk para partisipannya. Teori Pertukaran Sosial bahkan melangkah lebih jauh dengan memprediksikan bahwa nilai dari sebuah hubungan memengaruhi hasil akhir atau apakah orang akan meneruskan suatu hubungan atau mengakhirinya. Hubungan yang positif biasanya dapat diharapkan untuk bertahan, sedangkan hubungan yang negatif mungkin akan berakhir.
Contoh:
Sebagai contoh, dalam hubungan A dan B, A merasa mendapat hasil 4, sedangkan ia mengharapkan sedikitnya memperoleh hasil 5 (tingkat perbandingan = 5). Tetapi ia memperkirakan kalau interaksi ditukar dengan interaksi dengan C, hasilnya akan 3. Maka A akan tetap mempertahankan interaksi dengan B. Sebaliknya kalau ia melihat bahwa masih ada alternatif lain yang bisa memberikan hasil yang lebih tinggi, misalnya dengan E hasil = 5, dengan F hasil = 6 (tingkat perbandingan pilihan = 5) maka A akan memutuskan hubungan dengan B dan mengganti dengan E atau F. Sehingga dapat disimpulkan ukuran bagi keseimbangan pertukaran antara untung dan rugi dalam hubungan dengan orang lain itu disebut comparison levels atau tingkat perbandingan , yang maksudnya orang akan mendapatkan keuntungan dari hubungannya dengan orang lain, maka orang akan merasa puas dengan hubungan itu sehingga hubungan akan terus dilanjutkan. Sebaliknya, apabila orang merasa dirugikan dengan berhubungan dengan orang lain dalam konteks upaya dan ganjaran, maka orang cenderung menahan diri atau meninggalkan hubungan tersebut.

Teori Keseimbangan

Teori keseimbangan berkenaan dengan cara seseorang menata sikap terhadap orang atau benda dalam hubungannya satu sama lain di dalam struktur kognitifnya sendiri. Kebanyakan penulis biasanya memuji Fritz Heider (1946) dengan pernyataan pertamanya yang merupakan teori konsistensi, meskipun konsep infomal itu bisa di telusuri kembali pada karya sebelumnya (lihat Keisler, Collins dan Miller, 1969). Sebagai seorang psikolog, Heider cukup peduli terhadap cara seseorang menata sikap dengan orang dan benda dalam hubungannya satu sama lain di dalam struktur kognitifnya itu sendiri. Heider (1958) menjelaskan bahwa keadaan yang tidak seimbang menimbulkan ketegangan dan membangkitkan tekanan tekanan untuk memulihkan keseimbangan. Dia mengatakan bahwa "Konsep Keadaan Seimbang Menunjukan Sebuah Situasi Yang di dalamnya Unit-unit Yang Ada Dan Sentimen-sentimen Yang Di Alami "Hidup" berdapingan tanpa tekanan".

Paradigma Heider berfokus pada dua individu, seseorang (P), Objek analisis dan beberapa orang lain (O), dan objek fisik , gagasan, atau peristiwa (X). Fokus Heider ialah bagaimana hubungan diantara ketiga Entitas ini di oraganisasikan dalam benak seseorang (P). Heider memebedakan dua jenis hubungan di antara Ketiga Entitas ini, hubungan kesukaan (L) dan hubungan Unit (U). Dalam paradigma Heider, "Keadaan Seimbang Hadir Apabila Hubungan Ketiganya Positif Dalam Segala Hal Atau Apabila dua Negatif dan satu Positif". Semua Kombinasi lain adalah tidak seimbang.



Dalam konsep Heider, tingkat kesukaan tidak bisa direpresentasikan sebuah hubungan bisa positif maupun negatif. diaartikan bahwa sebuah keadaan seimbang itu stabil dan menolak pengaruh-pengaruh dari luar. Keadaan tidak seimbang di artikan tidak stabil dan menciptakan ketegangan psikkologis dalam diri seseorang. Ketegangan ini "Mereda Hanya Apabila Perubahan didalam situasi tersebut terjadi sedemikian rupa sehingga tercapai keadaan seimbang". Hal ini menentukan secara tepat ketertarikan komunikator pada teori tersebut karena dia menunjukan sebuah model perubahaan sikap dan penolakan terhadap sikap. Keadaan yang tidak seimbang, sebagai keadaan yang tidak stabil, rentan untuk berubah menjadi seimbang. Keadaan seimbang, sebagai keadaan stabil, menolak keadaan.
Contoh:
 Seorang selebriti memiliki fans ,dan para fans mereka memakai atau menggunakan barang-barang yang di pakai oleh selebriti yang mereka idolakan tersebut dengan secara tidak sadar ataupun sadar para fans terpacu oleh gaya selebriti tersebut.
 http://en.wikipedia.org/wiki/Balance_theory

Teori Sosiometris

Sosiometris merupakan sebuah konsepsi psikologis yang mengacu pada suatu pendekatan metedologis dan teoritis terhadap kelompok. Teori ini berasumsi bahwa individu-individu dalam kelompok yang merasa tertarik satu sama lain,akan lebih banyak berkomunikasi sebaliknya individu-individu yang menolak hanya sedikit/ kurang melaksanakan tindak komunikasi.

Sosiometris dapat diartikan sebagai pendekatan metodologis terhadap kelompok-kelpmpok yang diciptakan mula-mula oleh Moreno dan kemudian dikembangkan oleh Jennings dan oleh yang lainnya. Pada dasarnya teori ini berhubungan dengan “daya tarik” (attraction) dan “penolakan”(repulsions) yang dirasakan oleh individu-individu terhadap satu sama lain serta implikasi perasaan-perasaan ini bagi pembentukan dan struktur kelompok.

Suatu uji coba pada umumnya mencakup pertanyaan pertanyaan yang meminta anggota anggota kelompok untuk saling menentukan peringkat mereka berdasarkan efektivitas dalam melaksanakan tugas dan daya tarik antarpribadi. Suatu analisis terhadap uji coba memberikan gambaran tentang berbagia konfigurasi sosial atau struktur yang telah di kembangkan oleh anggota kelompok.

Meskipun sosiometris tidak langsung berkepentingan dengan komunikasi, struktur sosiometris dari suatu kelompok tidak bisa di sangkal berbungan dengan beberapa hal yabg terjadi dalam komunikasi kelompok. tampaknya cukup masuk akal untuk menggap bahwa individu individu yang merasa tertarik satu sama lain dan yang saling menempatkan diri pada peringkat yang tinggi, akan lebih suka berkomunikasi sedemikan rupa sehingga membedakan mereka dari berkomunikasi dengan anggota anggota kelompok yang saling membenci.

Contoh Kasus: 
 
Ada 5 orang mahasiswa yang baru saja memasuki jenjang universitas yaitu Panca, Jimmy, Arief, Haidar dan Khusnul. ke lima orang ini tidak mengenal 1 sama lain, pada suatu waktu mereka berempat mendapatkan kesempatan menjadi 1 kelompok untuk mengerjakan tugas, seiring mereka mengerjakan tugas kelompok tersebut, mereka saling berkenalan dan menceritakan latar belakang dan hobi masing masing, sehingga tanpa di sadari mereka mempunyai ketertarikan dalam suatu hal yang sama yaitu seni musik. sehingga mereka menjadi sebuah kelompok yang kemana mana menjadi sering bersama dan menghabiskan waktu bersama.

Teori Perbandingan Sosial

Teori perbandingan sosial adalah proses saling mempengaruhi dan perilaku saling bersaing dalam interaksi sosial ditimbulkan oleh adanya kebutuhan untuk menilai diri sendiri dan kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan membandingkan diri dengan orang lain. 
Ada dua hal yang diperbandingkan dalam hubungan ini, yaitu:
a. Pendapat (opinion)
b. Kemampuan (ability)
Perubahan pendapat relatif lebih mudah terjadi daripada perubahan kemampuan.
1. Dorongan untuk menilai pendapat dan kemampuan
Festinger mempunyai hipotesis bahwa setiap orang mempunyai dorongan (drive) untuk menilai pendapat dan kemampuannya sendiri dengan cara membandingkannya dengan pendapat dan kemampuan orang lain. Dengan cara itulah orang bisa mengetahui bahwa pendapatnya benar atau tidak dan seberapa jauh kemampuan yang dimilikinya (Sarwono, 2004).
Festinger juga memperingatkan bahwa dalam menilai kemampuan, ada dua macam situasi, yaitu: Pertama, kemampuan orang dinilai berdasarkan ukuran yang obyektif, misalnya kemampuan mengangkat barbel. Kedua, kemampuan dinilai berdasarkan pendapat. Misalnya, untuk menilai kemampuan pelukis berdasarkan pendapat orang lain.
2. Sumber-sumber penilaian
Orang akan mengagungkan ukuran-ukuran yang obyektif sebagai dasar penilaian selama ada kemungkinan melakukan itu. Namun, jika tidak, maka orang akan menggunakan pendapat atau kemampuan orang lain sebagai ukuran.
3. Memilih orang untuk membandingkan
Dalam membuat perbandingan dengan orang lain, setiap orang mempunyai banyak pilihan. Namun, setiap orang cenderung memilih orang sebaya atau rekan sendiri untuk dijadikan perbandingan.

contoh:
Antara Parpol yang satu dengan yang lain saat melakukan kampanye menjelang pemilihan umum. Dimana parpol satu dengan yang lainnya saling membandingkan kinerja yang telah dilakukan, hal ini penting untuk mengetahui perbedaan satu sama lain sehingga bisa menjadi evaluasi dalam meningkatkan kinerja mereka nantinya. Biasanya mereka membandingkan melalui bagaimana partai lain melakukan kampanye serta seberapa jauh keberhasilan yang telah dicapai. jika parpol lain dinilai lebih berhasil maka akan timbul prasangka bahwa mereka melakukan kampanye dengan lebih baik dan berpotensi untuk memenangi pemilihan itu tersebut.

Daftar Pustaka : Teori Komunikasi, Little John